Kegiatan ini menjadi perhatian publik karena populasi ikan sapu-sapu di beberapa saluran air Jakarta dilaporkan telah mendominasi hingga lebih dari 60–90% biota perairan, sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem sungai dan saluran kota.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa operasi ini bukan sekadar pembersihan biasa, tetapi bagian dari program pemulihan ekosistem jangka panjang.
“Keberadaan ikan sapu-sapu sudah sangat dominan dan mengganggu ekosistem perairan. Karena itu perlu dilakukan pengendalian secara berkelanjutan,” ujarnya dalam kegiatan tersebut.
Selain itu, ikan sapu-sapu juga dinilai dapat merusak struktur bantaran sungai akibat kebiasaannya menggerus dasar perairan. Pemerintah menargetkan agar kualitas air dan habitat alami di Jakarta bisa kembali pulih secara bertahap.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Haeru Rahayu, juga turut hadir dan memberikan peringatan terkait kandungan residu pada ikan sapu-sapu yang dinilai berbahaya jika masuk ke rantai makanan manusia.
“Risiko kesehatan cukup tinggi jika masuk ke rantai makanan. Karena itu ikan ini tidak untuk dikonsumsi,” jelasnya.
Seluruh hasil tangkapan akan dimusnahkan sesuai prosedur, yakni dikubur secara higienis agar tidak kembali ke perairan dan tidak dimanfaatkan untuk konsumsi atau perdagangan.
Ilusi Gambar (Visual Story)
Sungai Jakarta dengan aktivitas pembersihan massal
Petugas DKI menangkap ikan sapu-sapu menggunakan jaring
Ilustrasi dominasi ikan sapu-sapu di ekosistem sungai
Suasana apel kegiatan lingkungan di tepi sungai
Penutup Aji Sopian Radio
Operasi ini menjadi sinyal kuat bahwa Jakarta terus bergerak menuju perbaikan ekosistem air yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Tag:
#AjiSopianRadio #AjiSopianId #AjiSopianPto




