Notification

×

Iklan

Hari Santri Nasional 2026 di Sumedang, Bupati Dony Ahmad Munir Dorong Santri Kuasai Teknologi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:14 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-22T10:15:57Z

 

Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir saat memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan PPS Sumedang.
SUMEDANG – Ribuan santri mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Lapangan Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Kamis (22/10/2026). Dalam momentum tersebut, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir mengajak para santri untuk terus meningkatkan kualitas diri, menguasai teknologi, serta berperan aktif dalam pembangunan bangsa.

Upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 ini menjadi momentum untuk menegaskan kembali kontribusi santri dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, memperkuat persatuan, dan mempersiapkan generasi Indonesia yang mampu menghadapi tantangan zaman.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dony membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia yang menekankan pentingnya peran santri dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Santri diharapkan memiliki bekal ilmu pengetahuan, karakter yang kuat, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan inovasi.

Hari Santri 2026, Perpaduan Tradisi Pesantren dan Teknologi

Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menggarisbawahi pentingnya peran santri dalam membangun masa depan Indonesia melalui pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, dan penguasaan teknologi.

Santri tidak hanya diharapkan mampu mempertahankan tradisi keilmuan dan nilai-nilai luhur pesantren, tetapi juga perlu memperluas wawasan agar dapat bersaing di tengah perkembangan zaman.

Kemampuan memanfaatkan teknologi, berinovasi, dan mengembangkan keterampilan menjadi bekal penting bagi santri untuk mengambil bagian dalam berbagai sektor pembangunan nasional.

Dalam amanat yang dibacakan Bupati Sumedang, para santri juga diingatkan agar tidak membatasi potensi diri. Kesempatan untuk berkontribusi bagi bangsa terbuka luas, mulai dari bidang pendidikan, penelitian, kewirausahaan, hingga kepemimpinan.

Mengenang Perjuangan Santri dalam Sejarah Kemerdekaan

Peringatan Hari Santri Nasional juga menjadi pengingat atas besarnya kontribusi ulama dan santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Salah satu tonggak penting dalam sejarah tersebut adalah Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Seruan tersebut menjadi bagian penting dari perjuangan umat Islam dalam mempertahankan kemerdekaan sekaligus mendorong perlawanan terhadap upaya penjajahan kembali.

Semangat perjuangan tersebut menjadi inspirasi bagi santri masa kini untuk meneruskan pengabdian melalui jalur pendidikan, penguatan karakter, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk mempertahankan kemerdekaan, kini santri diharapkan mampu mengambil peran dalam menghadapi tantangan baru, termasuk perkembangan teknologi, persaingan global, dan kebutuhan sumber daya manusia yang berkualitas.

Pemerintah Dorong Penguatan Pendidikan Pesantren

Pengembangan pesantren turut menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Penguatan kelembagaan pendidikan Islam melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama diharapkan dapat mendukung pengembangan pesantren secara lebih optimal.

Pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga berakhlak mulia, mandiri, dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat modern.

Dengan dukungan kebijakan dan peningkatan kualitas pendidikan, pesantren diharapkan semakin berkontribusi dalam mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Bupati Sumedang Ajak Santri Terus Belajar dan Mengabdi

Melalui amanat Menteri Agama yang dibacakannya, Bupati Dony Ahmad Munir menyampaikan pesan agar para santri memiliki kepercayaan diri dalam mengembangkan potensi dan menentukan masa depan.

“Santri tidak boleh merasa kecil dan tidak boleh membatasi diri. Selama terus belajar, bersungguh-sungguh, dan mengabdikan ilmunya bagi kemajuan Indonesia, santri bisa menjadi apa saja,” demikian pesan dalam amanat Menteri Agama tersebut.

Pesan itu menegaskan bahwa latar belakang pendidikan pesantren bukanlah penghalang bagi santri untuk berkiprah di berbagai bidang. Sebaliknya, bekal ilmu agama dan pembentukan karakter dapat menjadi fondasi untuk menghadapi tantangan kehidupan.

Selain meningkatkan kompetensi, santri juga diharapkan tetap menjaga akhlak, memperkuat semangat gotong royong, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Sumedang pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun generasi yang berilmu, berkarakter, dan berdaya saing.

Dengan memadukan nilai-nilai pesantren, penguasaan teknologi, dan semangat pengabdian, santri diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

×
Berita Terbaru Update