![]() |
| Kawasan Bendungan Jatigede, Kabupaten Sumedang, yang terus dikembangkan sebagai destinasi wisata dengan dukungan infrastruktur dan fasilitas penunjang. |
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, salah satu prioritas pemerintah daerah saat ini adalah menangani pergerakan tanah di kawasan Jatigede, khususnya pada jalur yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat dan wisatawan.
Menurut Dony, langkah antisipasi teknis perlu segera dilakukan untuk mengurangi risiko pergerakan tanah, terutama saat curah hujan tinggi. Penanganan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan akses menuju kawasan wisata Jatigede.
Pemerintah daerah juga menaruh perhatian terhadap kondisi Jalan Lingkar Utara Jatigede, khususnya di Blok Pasirringkik, Kecamatan Cisitu, yang memiliki potensi longsor.
Dony meminta agar penanganan darurat dilakukan untuk mengantisipasi risiko longsor susulan. Selain perbaikan pada bagian tebing, pengendalian aliran air hujan juga diperlukan guna mengurangi potensi pergerakan tanah.
Ia menegaskan, apabila terjadi hujan deras, Camat Cisitu diminta segera menutup sementara akses jalan tersebut dan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Petugas juga harus disiagakan di lokasi untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.
Jalan Lingkar Utara Jatigede Jadi Akses Pendukung Wisata
Jalan Lingkar Utara Jatigede merupakan salah satu infrastruktur penting untuk menunjang aktivitas masyarakat dan pengembangan pariwisata di sekitar bendungan.
Jalan tersebut memiliki panjang sekitar 4,24 kilometer dengan lebar enam meter. Pembangunannya didukung anggaran sekitar Rp89,63 miliar melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Keberadaan jalan ini diharapkan dapat mendukung konektivitas menuju berbagai lokasi wisata di kawasan Jatigede. Namun, kondisi jalur yang rawan longsor membutuhkan perhatian serius agar dapat dimanfaatkan secara aman.
Penanganan infrastruktur juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan akses menuju kawasan wisata tetap berfungsi dengan baik, terutama ketika memasuki periode hujan.
Wisata Offroad Tawarkan Petualangan di Kawasan Jatigede
Selain menawarkan panorama bendungan yang luas, kawasan Jatigede juga memiliki pilihan wisata petualangan berupa offroad yang dikelola Saung Situraja.
Wisata ini mengajak pengunjung menjelajahi sejumlah jalur dengan karakteristik berbeda, mulai dari kawasan hutan, area sekitar bendungan, hingga Tebing Breksit Gunung Julang.
Pengunjung dapat memilih paket perjalanan sesuai waktu dan rute yang diinginkan. Paket short trip berdurasi sekitar 1,5 jam ditawarkan dengan tarif Rp600 ribu per jip yang berkapasitas empat orang.
Sementara itu, paket long trip berdurasi sekitar tiga jam dibanderol Rp800 ribu per jip. Rute perjalanan ini mencakup kawasan Tebing Breksit Gunung Julang hingga pesisir Binong.
Pengelola menyediakan layanan reservasi bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman menjelajahi alam Jatigede menggunakan kendaraan offroad.
Keberadaan wisata petualangan tersebut menambah pilihan aktivitas bagi pengunjung yang ingin menikmati kawasan Bendungan Jatigede dari sudut pandang berbeda.
Fasilitas Penginapan Dukung Pengembangan Wisata
Pengembangan pariwisata Jatigede juga didukung fasilitas akomodasi, salah satunya penginapan Green Garden.
Kehadiran tempat menginap ini melengkapi pilihan fasilitas bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu lebih lama di kawasan Jatigede.
Dengan dukungan akses jalan, wisata petualangan, panorama alam, dan fasilitas penginapan, kawasan Bendungan Jatigede memiliki beragam potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata di Kabupaten Sumedang.
Meski demikian, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama, terutama pada jalur yang memiliki risiko pergerakan tanah dan longsor.
Pemkab Sumedang berharap penanganan infrastruktur dan penguatan fasilitas pendukung dapat berjalan beriringan sehingga aktivitas masyarakat dan pariwisata di kawasan Jatigede dapat berlangsung dengan aman.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan pengunjung, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat yang terlibat dalam sektor pariwisata setempat.
Sumber: Antara
