![]() |
| dugaan pencurian dengan modus berkenalan, y |
SUMEDANG – Modus berkenalan dengan perempuan sebelum diduga melakukan pencurian menjadi perhatian setelah tiga perempuan di wilayah Sumedang, Cirebon, dan Kabupaten Bandung dilaporkan mengalami kehilangan barang berharga, mulai dari telepon genggam hingga sepeda motor.
Ketiga kejadian tersebut memiliki kemiripan berdasarkan keterangan keluarga korban. Seorang pria yang disebut menggunakan akun TikTok @rancung736 diduga terlibat dalam sejumlah peristiwa tersebut. Namun, keterkaitan antara kasus-kasus itu masih perlu dipastikan melalui penyelidikan kepolisian.
Kasus pertama dialami Kartini Juangsih di rumahnya, Dusun Ciloa, RT 03 RW 03, Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, Rabu (23/9/2026). Keponakan korban, Ratna Juwita, mengatakan bibinya mengenal pria tersebut melalui TikTok sebelum diajak bertemu di Alun-alun Sumedang. Setelah pertemuan, pria itu kemudian mengantarkan Kartini ke rumahnya.
Menurut Ratna, saat berada di rumah korban, pria tersebut diduga mengambil telepon genggam Infinix Smart 6 milik Kartini yang disimpan di dalam tas. Pihak keluarga mengaku belum mengetahui secara pasti bagaimana ponsel tersebut bisa hilang. Ratna menyampaikan informasi itu melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (26/9).
Peristiwa serupa sebelumnya dialami Arini di Desa Pangenan, Kabupaten Cirebon, Sabtu (19/9/2026), sekitar pukul 22.00 WIB. Keponakan korban, Tati Suryani, mengatakan Arini kehilangan ponsel Realme dan sepeda motor Honda Beat bernomor polisi E 5249 YBM milik Tati yang saat itu dipinjamnya. Pria yang dikenal melalui akun TikTok @rancung736 tersebut diduga mengajak Arini berjalan-jalan menggunakan motor sebelum menurunkannya di jalan yang jauh dari rumah dan membawa pergi kendaraan serta ponsel korban. Keluarga telah melaporkan kejadian itu ke Polsek Pangenan, Polresta Cirebon.
Sementara itu, kejadian lainnya menimpa Iis Rohmat di Alun-alun Banjaran, Kabupaten Bandung, Rabu (23/9/2026). Menantu korban, Rianti Sapitri, menjelaskan bahwa Iis awalnya berkenalan langsung dengan pria tersebut ketika sedang mencari ojek untuk pulang kerja. Setelah berkomunikasi melalui WhatsApp, keduanya kembali bertemu di Alun-alun Banjaran untuk membicarakan sepeda motor Honda Beat warna oranye-hitam milik Deni, suami Rianti, yang hendak dijual.
Saat pertemuan, pria tersebut meminta melihat STNK dengan alasan memeriksa kendaraan. Setelah menerima dokumen tersebut, dia kemudian membawa motor dengan alasan hendak mencoba atau mengeceknya. Namun, hingga beberapa jam kemudian, pria itu tidak kembali ke lokasi.
Rianti menyebut Iis berangkat dari rumah sekitar pukul 08.00 WIB dan menunggu hingga sore hari. Keluarga kemudian memperoleh informasi bahwa motor Honda Beat warna oranye-hitam yang dibawa dari Banjaran diduga digunakan pria tersebut untuk mendatangi rumah Kartini di Sumedang pada hari yang sama.
Informasi tersebut membuat keluarga menduga ketiga kejadian memiliki keterkaitan. Meski demikian, dugaan adanya pola pencurian yang sama, identitas pelaku, serta motif di balik kejadian tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui penyelidikan aparat kepolisian.
