![]() |
| Jembatan Gantung Perintis Garuda Tahap V di Wado, Sumedang, resmi diresmikan dan menjadi penghubung tiga desa. |
SUMEDANG – Jembatan Gantung Perintis Garuda Tahap V Tahun 2026 yang menghubungkan Desa Wado, Sukapura, dan Cisurat, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, resmi digunakan masyarakat. Peresmian jembatan yang membentang di atas Sungai Cimanuk tersebut berlangsung pada Rabu (7/10/2026).
Peresmian dilakukan oleh Komandan Kodim (Dandim) 0610/Sumedang Letkol Arh Kusuma Ardianto, S.I.P., M.Han. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu turut dihadiri unsur TNI-Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, perwakilan BBWS Cimanuk, serta masyarakat. Sekitar 200 orang hadir dalam kegiatan tersebut.
Jembatan yang berada di Dusun Kampung Baru, Desa Wado, ini menjadi akses penting bagi warga di tiga desa. Kehadirannya diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat, termasuk untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun kegiatan sosial yang selama ini membutuhkan akses penghubung antarwilayah.
Dalam sambutannya, Dandim 0610/Sumedang Letkol Arh Kusuma Ardianto mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil kerja bersama untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses transportasi yang lebih mudah.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur seperti jembatan menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas masyarakat. Program tersebut merupakan bagian dari pembangunan jembatan melalui Satgas Jembatan setelah adanya perintah Presiden kepada Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).
“Program ini dari Presiden yang memerintahkan kepada Kasad untuk menjadi Satgas Jembatan, dan salah satunya dibangun di Wado ini,” ujar Kusuma.
Ia menyebut antusiasme masyarakat terhadap jembatan tersebut cukup tinggi. Karena itu, warga diminta tidak hanya memanfaatkan fasilitas tersebut, tetapi juga ikut mengawasi serta menjaga kondisinya agar tetap dapat digunakan dalam jangka panjang.
Dandim menegaskan bahwa jembatan tersebut merupakan fasilitas yang diperuntukkan bagi masyarakat. Perawatan dan kepatuhan terhadap aturan penggunaan menjadi tanggung jawab bersama agar keamanan dan usia pakai jembatan tetap terjaga.
“Kita bangun untuk masyarakat. Jembatan ini milik kita bersama, sehingga harus dijaga dan dipelihara supaya manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu yang lama,” katanya.
Selain itu, masyarakat diingatkan untuk memperhatikan kapasitas jembatan saat melintas. Warga diminta mengikuti ketentuan yang telah dipasang dan tidak memaksakan diri melintas melebihi batas kapasitas yang ditentukan.
Keberadaan jembatan tersebut juga mulai memberikan dampak terhadap aktivitas warga di sekitar lokasi. Sejumlah masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, mulai memanfaatkan meningkatnya aktivitas dan kunjungan warga untuk berjualan.
“Sekarang saja sudah terasa dampaknya. Kita lihat ibu-ibu bisa berjualan dan banyak pengunjungnya,” ungkap Kusuma.
Rangkaian peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng, penyerahan bantuan sembako, serta pengguntingan pita. Setelah prosesi tersebut, Dandim bersama rombongan meninjau langsung kondisi jembatan dan akses yang menghubungkan Desa Wado, Sukapura, dan Cisurat.
Dengan beroperasinya Jembatan Gantung Perintis Garuda Tahap V, masyarakat di tiga desa kini memiliki akses penghubung yang diharapkan mampu memperlancar mobilitas sekaligus membuka peluang bagi berkembangnya kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah Kecamatan Wado.
Sumber : berita lokal
