Notification

×

Iklan

BMKG Prediksi Musim Hujan 2026 Mundur, Pemkab Sumedang Waspadai Longsor di Jalan Lingkar Utara Jatigede

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:44 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-18T06:47:37Z

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengingatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor di Jalan Lingkar Utara Jatigede saat musim hujan. (Foto: Instagram @donyahmadmunir)

SUMEDANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan awal musim hujan 2026 di sejumlah wilayah Indonesia mengalami kemunduran dibandingkan kondisi normal. Meski demikian, periode puncak musim hujan diprediksi tetap berlangsung pada Desember 2026 hingga Februari 2027.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama dalam mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Jalan Lingkar Utara Jatigede, tepatnya di Blok Pasirringkik, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kawasan tersebut memiliki potensi longsor yang perlu diwaspadai saat curah hujan meningkat.

Jalan Lingkar Utara Jatigede Rawan Longsor saat Musim Hujan

Menghadapi potensi cuaca ekstrem pada musim hujan 2026, jajaran kewilayahan di sekitar Jalan Lingkar Utara Jatigede diminta meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya dalam menjaga keselamatan pengguna jalan.

Pemerintah daerah meminta Camat Cisitu bersama jajaran terkait untuk segera mengambil langkah pengamanan apabila kondisi cuaca memburuk dan berpotensi membahayakan pengendara.

Apabila terjadi hujan deras, akses Jalan Lingkar Utara Jatigede di kawasan rawan longsor tersebut diminta segera ditutup sementara. Langkah ini diperlukan untuk menghindari risiko kecelakaan akibat material longsoran maupun pergerakan tanah di sekitar tebing jalan.

Koordinasi juga perlu dilakukan bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar pengamanan di lapangan dapat berjalan dengan baik.

Selain itu, petugas diharapkan berjaga di lokasi untuk memantau perkembangan kondisi tebing serta mengatur lalu lintas apabila diperlukan penutupan jalan.

Pemkab Siapkan Langkah Antisipasi Longsor

Selain pengamanan lalu lintas, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah teknis untuk mengurangi risiko pergerakan tanah di kawasan tersebut.

Upaya yang direncanakan meliputi pemasangan cerucuk pada tebing serta penutupan bagian tebing menggunakan terpal. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi risiko tanah bergerak ketika diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Pemerintah juga merencanakan pembuatan saluran air di bagian atas tebing. Saluran ini berfungsi mengarahkan aliran air agar tidak mengalir secara tidak terkendali ke area yang berpotensi mengalami longsor.

Penanganan tersebut menjadi bagian dari upaya mitigasi untuk menekan risiko longsor susulan, terutama ketika curah hujan meningkat selama puncak musim hujan.

Meski demikian, efektivitas penanganan tetap bergantung pada kondisi tanah, karakteristik lereng, serta intensitas hujan yang terjadi di kawasan tersebut.

Masyarakat Diminta Meningkatkan Kewaspadaan

Potensi bencana hidrometeorologi basah perlu diantisipasi sejak dini, terutama di kawasan yang memiliki kondisi geografis berupa lereng dan tebing yang rentan mengalami pergerakan tanah.

Pengguna Jalan Lingkar Utara Jatigede diimbau untuk memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan. Pengendara juga perlu mematuhi arahan petugas apabila dilakukan penutupan jalan sementara demi keselamatan bersama.

Apabila hujan deras mengguyur kawasan tersebut, masyarakat sebaiknya menghindari area tebing yang berpotensi longsor dan tidak memaksakan perjalanan ketika kondisi jalan dinilai berbahaya.

Kesiapsiagaan petugas, koordinasi antarlembaga, serta langkah mitigasi yang tepat diharapkan dapat meminimalkan risiko bencana dan melindungi keselamatan masyarakat di sekitar Jalan Lingkar Utara Jatigede, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang.

×
Berita Terbaru Update